SEJARAH KERAJAAN BALI

Portal Sejarah Bali

Portal Sejarah Bali

Menelusuri Jejak Peradaban Pulau Dewata

Dari zaman prasejarah hingga era kerajaan-kerajaan Hindu yang megah, temukan kisah perjalanan panjang peradaban Bali yang kaya akan budaya, seni, dan spiritualitas.

Mulai Jelajahi

Garis Waktu Sejarah

Perjalanan panjang peradaban Bali dari zaman purba hingga era modern

3000 SM - 100 M

Zaman Prasejarah

Manusia purba mulai mendiami Bali. Ditemukan peninggalan berupa kapak batu, nekara perunggu (Moko), dan sarkofagus batu. Budaya megalitikum berkembang dengan kepercayaan animisme dan dinamisme.

Nekara Pejeng Sarkofagus Kapak Batu
Abad 1 - 8 M

Masuknya Pengaruh Hindu

Pedagang dan pendeta dari India membawa agama Hindu dan Buddha. Munculnya prasasti tertua di Bali - Prasasti Blanjong (914 M) oleh Sri Kesari Warmadewa. Akulturasi dengan kepercayaan lokal.

Prasasti Blanjong Dinasti Warmadewa
Abad 8 - 13 M

Era Kerajaan Bali Kuno

Berdirinya kerajaan-kerajaan awal seperti Kerajaan Singasari yang memengaruhi Bali. Raja Udayana dan Mahendradatta memerintah, melahirkan Airlangga yang kemudian menjadi raja Jawa Timur.

Raja Udayana Mahendradatta Airlangga
1343 - 1651 M

Era Majapahit & Gelgel

Ekspedisi Gajah Mada menaklukkan Bali (1343). Berdirinya Kerajaan Gelgel oleh Dalem Ketut Ngulesir. Masa keemasan kebudayaan Bali dengan Dang Hyang Nirartha sebagai pendeta agung.

Gajah Mada Kerajaan Gelgel Dang Hyang Nirartha
1651 - 1908 M

Era Kerajaan-Kerajaan

Perpecahan Gelgel melahirkan 9 kerajaan: Klungkung, Buleleng, Karangasem, Mengwi, Badung, Tabanan, Gianyar, Bangli, dan Jembrana. Masing-masing berkembang dengan budaya unik.

9 Kerajaan Puputan

Kerajaan-Kerajaan di Bali

Sembilan kerajaan yang pernah berjaya di Pulau Dewata

1651 - 1908

Kerajaan Klungkung

Penerus langsung Kerajaan Gelgel dan dianggap sebagai kerajaan tertinggi di Bali.

Dewa Agung Klik untuk detail
± 1604 - 1882

Kerajaan Buleleng

Kerajaan di Bali utara yang pertama bersentuhan dengan kolonial Belanda.

I Gusti Ngurah Panji Sakti Klik untuk detail
± 1661 - 1908

Kerajaan Karangasem

Kerajaan yang pernah menaklukkan Lombok dan memiliki pengaruh besar di Bali timur.

I Gusti Anglurah Ketut Karangasem Klik untuk detail
± 1700 - 1906

Kerajaan Badung

Kerajaan yang terkenal dengan Puputan Badung, perlawanan heroik terhadap Belanda.

I Gusti Ngurah Made Agung Klik untuk detail
± 1700 - 1906

Kerajaan Tabanan

Kerajaan agraris yang kaya dengan sistem subak dan tradisi gamelan terkenal.

Cokorda Ngurah Klik untuk detail
1771 - Sekarang

Kerajaan Gianyar

Pusat seni dan budaya Bali, terkenal dengan tari, lukisan, dan ukiran.

Dewa Manggis Klik untuk detail
± 1700 - 1908

Kerajaan Bangli

Kerajaan di dataran tinggi, terkenal dengan Pura Kehen sebagai pura kerajaan.

I Dewa Gede Tangkeban Klik untuk detail
1714 - 1891

Kerajaan Mengwi

Pernah menjadi kerajaan terkuat di Bali dengan Pura Taman Ayun yang megah.

I Gusti Agung Ngurah Made Agung Klik untuk detail
± 1600 - 1855

Kerajaan Jembrana

Kerajaan di Bali barat yang sempat dikuasai berbagai kerajaan lain.

Arya Pancoran Klik untuk detail

Bukti-Bukti Sejarah

Peninggalan arkeologis dan dokumen historis yang membuktikan kejayaan peradaban Bali

Prasasti

Dokumen tertulis pada batu atau logam

914 M

Prasasti Blanjong

Prasasti tertua di Bali, ditemukan di Sanur. Menyebut kemenangan Sri Kesari Warmadewa. Ditulis dalam aksara Pranagari dan Bali Kuno.

882 M

Prasasti Sukawana AI

Menyebut tentang sima (daerah bebas pajak) dan sistem pemerintahan kerajaan kuno Bali.

1011 M

Prasasti Pura Kehen A

Membuktikan eksistensi Raja Udayana dan permaisuri Mahendradatta (Gunapriyadharmapatni).

Artefak & Peninggalan

Benda-benda bersejarah dari berbagai era

300 SM

Nekara Pejeng (Bulan Pejeng)

Nekara perunggu terbesar di dunia (diameter 160 cm). Bukti budaya Dong Son dan keahlian metalurgi tinggi. Tersimpan di Pura Penataran Sasih.

Prasejarah

Sarkofagus Batu

Peti jenazah batu berbentuk kura-kura ditemukan di berbagai lokasi. Bukti kepercayaan megalitikum dan ritual penguburan kuno.

Abad 11

Candi Gunung Kawi

10 candi batu yang dipahat di tebing. Diduga makam Raja Udayana dan keluarganya, termasuk Anak Wungsu.

Pura Bersejarah

Pura Besakih, Pura Uluwatu, Pura Tanah Lot - bukti arsitektur dan spiritualitas Hindu-Bali.

  • • Pura Besakih (Abad 8)
  • • Pura Uluwatu (Abad 11)
  • • Pura Taman Ayun (1634)

Lontar & Naskah Kuno

Ribuan naskah lontar menyimpan sejarah, sastra, dan pengetahuan kuno Bali.

  • • Babad Dalem
  • • Usana Bali
  • • Kidung Pamancangah

Dokumen Kolonial

Catatan VOC dan Belanda tentang kerajaan-kerajaan Bali dan peristiwa Puputan.

  • • Arsip VOC (Abad 17-18)
  • • Foto Puputan 1906
  • • Perjanjian Gianyar 1900

Keruntuhan Kerajaan-Kerajaan

Tragedi Puputan - Perlawanan terakhir yang heroik namun tragis mengakhiri era kerajaan di Bali

Puputan: Perang Sampai Mati

Puputan berasal dari bahasa Bali yang berarti "tamat" atau "habis". Ini adalah ritual perang sampai mati yang dipilih oleh raja-raja Bali ketika menghadapi kekalahan pasti melawan kolonial Belanda. Mereka memilih mati terhormat daripada menyerah dan dijajah.

Puputan bukan sekadar bunuh diri massal, melainkan perlawanan spiritual dan filosofis terhadap penjajahan. Para raja, keluarga kerajaan, dan rakyat berbaris keluar dengan pakaian putih upacara, membawa keris pusaka, menghadapi peluru Belanda dengan keberanian tak tergoyahkan.

1846 - 1849

Perang Buleleng

Kerajaan pertama yang jatuh

Tiga kali ekspedisi militer Belanda menyerang Buleleng. Perang dipicu oleh hak tawan karang (hak atas kapal karam) yang ditolak Belanda. Raja I Gusti Ngurah Made Karangasem memimpin perlawanan gagah berani.

1846

Ekspedisi pertama Belanda

1849

Buleleng takluk sepenuhnya

20 September 1906

Puputan Badung

Tragedi yang mengguncang dunia

Dipicu insiden kapal Sri Kumala yang terdampar, Belanda menyerang Denpasar. Raja I Gusti Ngurah Made Agung memimpin keluarga dan rakyatnya dalam Puputan. Sekitar 1.000-4.000 orang gugur termasuk wanita dan anak-anak.

"Para wanita melemparkan perhiasan emas mereka ke arah tentara Belanda, seolah menantang mereka untuk mengambil harta yang begitu didambakan. Kemudian mereka menyerang dengan keris, meski menghadapi senapan."

— Laporan saksi mata Belanda

September 1906

Puputan Tabanan

Dua hari setelah Badung

Setelah menyaksikan Puputan Badung, Raja Tabanan Cokorda Ngurah awalnya menyerah. Namun ketika diperlakukan tidak hormat dan akan diasingkan, beliau memilih bunuh diri bersama putranya di tahanan.

Raja

Cokorda Ngurah

Akhir

Bunuh diri di tahanan

28 April 1908

Puputan Klungkung

Akhir era kerajaan di Bali

Puputan terakhir dan paling simbolis. Dewa Agung Jambe II, sebagai "Raja di atas segala Raja Bali", memimpin keluarga kerajaan menghadapi Belanda. Kematian beliau menandai berakhirnya seluruh era kerajaan Hindu di Bali.

Korban: Raja Dewa Agung Jambe II, permaisuri, putra mahkota, dan sekitar 200 anggota kerajaan gugur. Monumen Puputan Klungkung kini berdiri di lokasi tragedi.

Ringkasan Keruntuhan Kerajaan

9
Kerajaan Runtuh
4
Peristiwa Puputan
1849
Awal Penaklukan
1908
Puputan Terakhir

Meski kerajaan-kerajaan runtuh, semangat Puputan menjadi simbol keberanian dan kehormatan yang terus dikenang. Budaya dan tradisi kerajaan tetap hidup dalam masyarakat Bali modern.

Portal Sejarah Bali

Melestarikan memori peradaban Pulau Dewata melalui dokumentasi sejarah yang komprehensif dan akurat.

📚 Sumber: Arsip Nasional, Museum Bali, Lontar Kuno

© 2024 Portal Sejarah Bali. Dibuat untuk edukasi dan pelestarian budaya.

JULDWIPA ESCMART

OM SWASTIASTU Perkenankan nama asli saya I Made Juliadi supadi, lahir di Desa Tista Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem. Sekarang ini saya bertempat tinggal di Denpsar sebari sambil berbagi pengalaman.

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama