Tampilkan postingan dengan label MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF. Tampilkan semua postingan

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING

 

TERIMAKASIH SUDAH MANGUNJUNGI BLOG JULDWIPAESCMART, JULDWIPAESCMART TEMPAT BERBAGI MATERI BAHASA BALI SERTA BERBAGAI INFORMASI FOREX , MODEL/STRATEGI PEMBELAJARAN, KARYA ILMIAH,TIPS, APLIKASI SERTA PENGALAMAN HIDUP PENULIS.

Model pembelajaran pbl



PENGERTIAN

  • Problem Based Learning : model pembelajaran yang dirancang agar peserta didik mendapat pengetahuan yang membuat mereka mahir dalam memecahkan masalah, dan memiliki model belajar sendiri serta memiliki kecakapan berpartisipasi dalam tim.
  • Proses pembelajarannya menggunakan pendekatan sistemik untuk memecahkan masalah/menghadapi tantangan yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

 

KONSEP

  •  Problem based learning merupakan sebuah  model pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Dalam  pembelajaran ini, peserta didik bekerja dalam tim untuk memecahkan masalah dunia nyata (real world).
  • Pembelajaran ini menantang peserta didik untuk “belajar bagaimana belajar”, bekerja secara berkelompok untuk  mencari solusi dari permasalahan dunia nyata. Masalah yang diberikan mendorong peserta didik memiliki rasa ingin tahu pada pembelajaran itu.

 

STRATEGI  PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING

 

  1. Permasalahan sebagai kajian.
  2. Permasalahan sebagai penjajakan pemahaman
  3. Permasalahan sebagai contoh
  4. Permasalahan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses
  5. Permasalahan sebagai stimulus aktivitas autentik

PERAN GURU, PESERTA DIDIK, MASALAH DALAM PROBLEM BASED LEARNING

GURU SEBAGAI PELATIH

PESERTA DIDIK SEBAGAI  PEMECAH MASALAH

MASALAH SEBAGAI AWAL TANTANGAN DAN MOTIVASI

•       Asking about thinking (bertanya  tentang pemikiran)

•      memonitor pembelajaran

•      probbing ( menantang peserta didik untuk berfikir )

•      menjaga agar peserta didik terlibat

•      mengatur dinamika kelompok

•      menjaga berlangsungnya proses

•     peserta yang aktif

•     terlibat langsung dalam

    Pembelajaran

•     membangun

    pembelajaran

•     menarik untuk

    dipecahkan

•    menyediakan

    kebutuhan yang ada

    hubungannya

   dengan pelajaran

   yang dipelajari

 

TUJUAN & HASIL PROBLEM BASED LEARNING

  1. Keterampilan berpikir & keterampilan memecahkan masalah Ă  untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
  2. Pemodelan peranan orang dewasa. Bentuk pembelajaran berbasis masalah menjembatani gap antara pembelajaran sekolah formal dengan aktivitas praksis yang dijumpai di luar sekolah. Aktivitas-aktivitas mental di luar sekolah yang dapat dikembangkan : (a) mendorong kerjasama dalam menyelesaikan tugas; (b)  memiliki elemen-elemen magang. Hal ini mendorong peserta didik secara bertahap memiliki peran dari yang diamatinya; (c) melibatkan peserta didik dalam penyelidikan pilihan sendiri, shg dapat menjelaskan fenomena dunia nyata.
  3. Belajar Pengarahan Sendiri (self directed learning).

Pembelajaran berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus dapat menentukan sendiri apa yang harus dipelajari, dan dari mana informasi harus diperoleh di bawah bimbingan guru.

 

PROBLEM BASED LEARNING MENGACU PADA HAL-HAL BERIKUT:

1) menekankan pertanggungjawaban dari peserta didik.

2) kegiatan peserta didik difokuskan pada situasi sebenarnya.

3) menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik untuk menemukan jawaban relevan, shg terjadi pembelajaran yang mandiri.

4) mendorong kearah pembelajaran berdasarkan pengalaman (diskusi, presentasi, dan evaluasi) peserta didik menghasilkan umpan balik yang berharga.

5) tidak hanya mengembangkan keterampilan dan pengetahuan saja, tetapi juga berpengaruh pada pemecahan masalah, kerja kelompok, dan self-management.

6) difokuskan pada permasalahan yang memicu peserta didik menyelesaikan permasalahan melalui konsep, prinsip, dan ilmu pengetahuan yang sesuai.

7)  proyek disesuaikan pengetahuan peserta didik.

8)  proyek menjadikan aktifitas peserta didik sangat penting.

 

KELEBIHAN PROBLEM BASED LEARNING

1)      Akan terjadi pembelajaran  bermakna. Peserta didik yang belajar memecahkan suatu masalah maka mereka akan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukan. Belajar dapat semakin bermakna dan dapat diperluas ketika peserta didik berhadapan dengan situasi di mana konsep diterapkan.

2)      Peserta didik dapat mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan.

3)      Model ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan inisiatif peserta didik dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok.

 

Langkah-langkah operasional dalam Proses Pembelajaran

1.      Konsep Dasar (Basic Concept)

Fasilitator  memberikan konsep dasar, petunjuk, referensi, atau link dan skill yang diperlukan dalam pembelajaran tersebut. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik lebih cepat masuk dalam atmosfer pembelajaran dan mendapatkan ‘peta’ yang akurat tentang arah dan tujuan pembelajaran.

 

2. Pendefinisian Masalah (Defining the Problem)

 Dalam langkah ini fasilitator menyampaikan skenario atau permasalahan dan peserta didik melakukan berbagai kegiatan brainstorming dan semua anggota kelompok mengungkapkan pendapat, ide, dan tanggapan terhadap skenario secara bebas, sehingga dimungkinkan muncul berbagai macam alternatif pendapat.

 

3. Pembelajaran Mandiri (Self Learning)

  Peserta didik mencari berbagai sumber yang dapat memperjelas isu yang sedang diinvestigasi. Sumber yang dimaksud dapat dalam bentuk artikel tertulis yang tersimpan di perpustakaan, halaman web, atau bahkan pakar dalam bidang yang relevan.

Tahap investigasi memiliki dua tujuan utama, yaitu: (1) agar peserta didik mencari informasi dan mengembangkan pemahaman yang relevan dengan permasalahan yang telah didiskusikan di kelas, dan (2) informasi dikumpulkan dengan satu tujuan yaitu dipresentasikan di kelas dan informasi tersebut haruslah relevan dan dapat dipahami.

4.  Pertukaran Pengetahuan (Exchange knowledge)

      Setelah mendapatkan sumber untuk keperluan  pendalaman materi dalam langkah pembelajaran mandiri, selanjutnya pada pertemuan berikutnya peserta didik berdiskusi dalam kelompoknya untuk mengklarifikasi capaiannya dan merumuskan solusi dari permasalahan kelompok. Pertukaran pengetahuan ini dapat dilakukan dengan cara peserrta didik berkumpul sesuai kelompok dan fasilitatornya.

5. Penilaian (Assessment)

  Penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek pengetahuan (knowledge), kecakapan (skill), dan sikap (attitude). Penilaian terhadap penguasaan pengetahuan yang mencakup seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan ujian akhir semester (UAS), ujian tengah semester (UTS), kuis, PR, dokumen, dan laporan.

  Penilaian terhadap kecakapan dapat diukur dari penguasaan alat bantu pembelajaran, baik software, hardware, maupun kemampuan perancangan dan pengujian.

 

                Sebelum memulai proses belajar-mengajar di dalam kelas, peserta didik terlebih dahulu diminta untuk mengobservasi suatu fenomena terlebih dahulu. Kemudian peserta didik diminta mencatat masalah-masalah yang muncul. Setelah itu tugas guru adalah meransang peserta didik untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada. Tugas guru adalah mengarahkan peserta didik untuk bertanya, membuktikan asumsi, dan mendengarkan pendapat yang berbeda dari mereka.

 

Contoh Penerapan

   Memanfaatkan lingkungan peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar. Guru memberikan penugasan yang dapat dilakukan di berbagai konteks lingkungan peserta didik, antara lain di sekolah, keluarga dan masyarakat.

     Penugasan yang diberikan oleh guru memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar diluar kelas. Peserta didik diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung tentang apa yang sedang dipelajari. Pengalaman belajar merupakan aktivitas belajar yang harus dilakukan peserta didik dalam rangka mencapai penguasaan standar kompetensi, kemampuan dasar dan materi pembelajaran.

Tahapan-Tahapan Model Problem Based Learning

FASE-FASE

PERILAKU GURU

Fase 1

Orientasi peserta didik kepada masalah

·      Menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yg dibutuhkan

·      Memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah yang dipilih

Fase 2

Mengorganisasikan peserta didik

Membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut

Fase 3

Membimbing penyelidikan individu dan kelompok

Mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah

Fase 4

Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, model dan berbagi tugas dengan teman

Fase 5

Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari /meminta kelompok presentasi hasil kerja

 

Sistem Penilaian

  • Penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek pengetahuan (knowledge), kecakapan (skill), dan sikap (attitude). Penilaian terhadap penguasaan pengetahuan yang mencakup seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan ujian akhir semester (UAS), ujian tengah semester (UTS), kuis, PR, dokumen, dan laporan.
  • Penilaian terhadap kecakapan dapat diukur dari penguasaan alat bantu pembelajaran, baik software, hardware, maupun kemampuan perancangan dan pengujian. Sedangkan penilaian terhadap sikap dititikberatkan pada penguasaan soft skill, yaitu keaktifan dan partisipasi dalam diskusi, kemampuan bekerjasama dalam tim, dan kehadiran dalam pembelajaran. Bobot penilaian untuk ketiga aspek tersebut ditentukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.
  • Penilaian pembelajaran dengan PBL dilakukan dengan authentic assesment. Penilaian dapat dilakukan dengan portfolio yang merupakan kumpulan yang sistematis pekerjaan-pekerjaan peserta didik yang dianalisis untuk melihat kemajuan belajar dalam kurun waktu tertentu dalam kerangka pencapaian tujuan pembelajaran. Penilaian dalam pendekatan PBL dilakukan dengan cara evaluasi diri (self-assessment) dan peer-assessment.
  • Self-assessment. Penilaian yang dilakukan oleh pebelajar itu sendiri terhadap usaha-usahanya dan hasil pekerjaannya dengan merujuk pada tujuan yang ingin dicapai (standard) oleh pebelajar itu sendiri dalam belajar.
  • Peer-assessment. Penilaian di mana pebelajar berdiskusi untuk memberikan penilaian terhadap upaya dan hasil penyelesaian tugas-tugas yang telah dilakukannya sendiri maupun oleh teman dalam kelompoknya

 

SUMBER :  PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

 

 

 

LANGKAH-LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF

 

TERIMAKASIH SUDAH MANGUNJUNGI BLOG JULDWIPAESCMART, JULDWIPAESCMART TEMPAT BERBAGI MATERI BAHASA BALI SERTA BERBAGAI INFORMASI FOREX , MODEL/STRATEGI PEMBELAJARAN, KARYA ILMIAH,TIPS, APLIKASI SERTA PENGALAMAN HIDUP PENULIS.

LANGKAH-LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF

 

Pembelajaran inovatif






1. EXAMPLES NON EXAMPLES

Langkah-langkah

a)      Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.

b)      Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP

c)      Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar

d)      Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas

e)      Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya

f)       Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai

g)      Kesimpulan

2. PICTURE AND PICTURE

Langkah – Langkah

a)      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.

b)      Menyajikan materi sebagai pengantar

c)      Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi

d)      Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/ mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis

e)      Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut

f)       Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai

g)      Kesimpulan/rangkuman

3. NUMBERED HEAD TOGETHERS

Langkah-langkah :

a)      Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor

b)      Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya

c)      Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya

d)      Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka

e)      Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain

f)       Kesimpulan

4. COOPERATIVE SCRIPT

Skrip kooperatif : metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari

Langkah-langkah :

a)      Guru membagi siswa untuk berpasangan

b)      Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan

c)      Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar

d)      Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.

e)      Sementara pendengar :

f)       Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap

g)      Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya

h)      Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.

i)       Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru

j)       Penutup

5. KEPALA BERNOMOR STRUKTUR

Langkah-langkah :

a)      Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor

b)      Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomor  dan diberikan tugas yang berangkai

c)      Misalnya :    siswa nomor satu bertugas mencatat soal.  Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan        hasil pekerjaan dan seterusnya

d)      Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka

e)      Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain

f)       Kesimpulan

6. STUDENT TEAMS ACHIEVMENT DIVISION (STAD)

Langkah-langkah :

a)      Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)

b)      Guru menyajikan pelajaran

c)      Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota

d)      kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.

e)      Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu

f)       Memberi evaluasi

g)      Kesimpulan

 

7. JIGSAW (MODEL TIM AHLI)

Langkah-langkah :

a)      Siswa dikelompokkan ke dalam kelompok 2 – 5 anggota tim

b)      Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda

c)      Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan

d)      Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka

e)      Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh

f)       Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi

g)      Guru memberi evaluasi

h)      Penutup

8. PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI)

Langkah-langkah :

a)      Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.

b)      Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)

c)      Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.

d)      Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya

e)      Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan

9. ARTIKULASI

Langkah-langkah :

a)      Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai

b)      Guru menyajikan materi sebagaimana biasa

c)      Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang

d)      Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya

e)      Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya

f)       Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa

g)      Kesimpulan/penutup

 

10. MIND MAPPING

Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan    alternatif jawaban

Langkah-langkah :

a)      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

b)      Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban

c)      Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang

d)      Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi

e)      Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru

f)       Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru

11. MAKE – A MATCH

Langkah-langkah :

a)      Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban

b)      Setiap siswa mendapat satu buah kartu

c)      Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang

d)      Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)

e)      Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin

f)       Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya

g)      Demikian seterusnya

h)      Kesimpulan/penutup

12. THINK PAIR AND SHARE

Langkah-langkah :

a)      Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai

b)      Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru

c)      Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing

d)      Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya

e)      Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa

f)       Guru memberi kesimpulan

g)      Penutup

 

 

13. DEBATE

Langkah-langkah :

a)      Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra

b)      Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas

c)      Setelah selesai membaca materi. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.

d)      Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis  inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi

e)      Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap

f)       Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman

 

14. ROLE PLAYING

Langkah-langkah :

a)      Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan

b)      Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum kbm

c)      Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang

d)      Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai

e)      Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan

f)       Masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan

g)      Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas

h)      Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya

i)       Guru memberikan kesimpulan secara umum

j)       Evaluasi

k)      Penutup

15. GROUP INVESTIGATION

Langkah-langkah :

a)      Guru menyiapkan sebuah tongkat

b)      Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/paketnya

c)      Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya

d)      Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru

e)      Guru memberikan kesimpulan

f)       Evaluasi

g)      Penutup

 

16. TALK STIK

Langkah-langkah :

a)      Guru menyiapkan sebuah tongkat

b)      Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/paketnya

c)      Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya

d)      Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru

e)      Guru memberikan kesimpulan

f)       Evaluasi

g)      Penutup

 

17. BERTUKAR PASANGAN

Langkah-langkah :

a)      Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya

b)      Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya

c)      Setelah selesai setiap pasangan bergabungdengan satu pasangan yang lain

d)      Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka

e)      Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula

f)       penutup

18. SNOWBALL THROWING

Langkah-langkah :

a)      Guru menyampaikan materi yang akan disajikan

b)      Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi

c)      Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya

d)      Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok

e)      Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit

f)       Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian

g)      Evaluasi

h)      Penutup

 

19. STUDENT FACILITATOR AND EXPAINING

Langkah-langkah :

a)      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

b)      Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi

c)      Memberikan kesempatan siswa/peserta untuk menjelaskan kepada peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan/peta konsep maupun yang lainnya

d)      Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa

e)      Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu

f)       Penutup

 

20. COURSE REVIEW HORAY

Langkah-langkah :

a)      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

b)      Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi

c)      Memberikan kesempatan siswa tanya jawab

d)      Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan seler masing-masing siswa

e)      Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (Ă–) dan salan diisi tanda silang (x)

f)       Siswa yang sudah mendapat tanda Ă– vertikal atau horisontal, atau diagonal harus berteriak horay … atau yel-yel lainnya

g)      Nilai siswa dihitung dari jawaban benar jumlah horay yang diperoleh

h)      Penutup

 

21. EXPLISIT INTRUCTION (PEMBELAJARAN LANGSUNG)

Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa   tentang pengetahuan proseduran dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan

Langkah-langkah :

a)      Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa

b)      Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan

c)      Membimbing pelatihan

d)      Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik

e)      Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan

f)       penutup

22. INSIDE OUTSIDE CIRCLE (LINGKARAN KECIL-LINGKARAN BESAR)

Langkah-langkah :

a)      Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen

b)      Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran

c)      Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas

d)      Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok

e)      Guru membuat kesimpulan bersama

f)       Penutup

 

 

23. COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC)

Langkah-langkah :

a)      Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen

b)      Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran

c)      Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas

d)      Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok

e)      Guru membuat kesimpulan bersama

f)       Penutup

g)      siswa membentuk lingkaran besar saling berhadapan

h)      siswi mengambil pertanyaan secara acak(diundi)

i)       siswa mengambil jawaban secara acak (diundi)

j)       dalam waktu bersamaan (dan ditentukan) antara siswa dan siswi mencari soal dan jawaban yang sesuai

k)      siswa yang telah mendapatkan pasangan jawaban kemudian membacakan dan diberi skor

 

Sumber: Bahan Pelatihan PPG