ᬑᬁ ᬲ᭄ᬯᬲ᭄ᬢ᭄ᬬᬲ᭄ᬢᬸ

CONTOH PERMOHONAN KERINGANAAN CICILAN KUR

 

HAL                : PERMOHONAN KERINGANAAN CICILAN KUR

LAMPIRAN   : 1 LEMBAR

KEPADA       : KEPALA BRI

                          CABANG IMAMBONJOL

                          DENPASAR-BALI

                          DI TEMPAT

 

 

 

YANG BERTANDA TANGAN DIBAWAH INI:

 

NAMA                                : -

TEMPAT/TGL.LAHIR       :-

JENIS KELAMIN              :-

NO.KTP                              :-

NO.TELEPON                    :-

 

 

                   DENGAN INI MANGAJUKAN PERMOHONAN KERINGANAN CICILAN CICILAN KUR DIKARENAKAN ADANYA BENCANA NASIONAL WABAH VIRUS CORONA (COVID-19) SEHINGGA BERAKIBAT USAHA KAMI MENGALAMI MASA SULIT. DITAMBAH ADANYA KEBIJAKSANAAAN DARI PEMERINTAH UNTUK MENJALANKAN SOCIAL DISTANCING. SEHINGGA SAYA TIDAK BISA MENJALANKAN UASAHA SAYA BERUPA PENJUALAN PAKAN TERNAK.

                   DEMEKIAN PERMOHONAN KAMI BUAT BERDASARKAN KONDISI SEBENARNYA DAN APABILA ADA KETERANGAN  PALSU DIDALAMNYA, MAKA SAYA BRANI MEMPERTANGGUNGJAWABKAN.

 

 

 

 

                                                                                                DENPASAR, 15 APRIL 2020

                                                                                                        HORMAT SAYA

 

 

 

 

                                                                                                      (...................)

 

 

 

CONTOH PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN

 

KATA PENGANTAR

 

Puji  dan syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan rahmat beliaulah penulis dapat menyelesaikan Proposal yang berjudul “Kue BOBICO”  tepat pada waktu yang telah ditentukan.

Proses penyusunan proposal ini tidak luput dari berbagai permasalahan yang dihadapi, karena minimnya kemampuan dan pengalaman penulis miliki. Terselesainya proposal ini merupakan anugrah Hyang Widhi Wasa melalui ciptaannya yang dengan tulus memberikan dorongan moral dan material, arahan, kritik dan saran positif yang sangat membantu penulis.

Rancangan usaha yang terdapat dalam proposal ini hanyalah sebagai contoh. Penulis berharap kepada pembaca agar bisa mengembangkan sendiri usaha kecil menengah sesuai dengan situasi yang nantinya akan didapat setelah menyelesaikan pendidikan dan sudah terjun langsung di dunia industri.

Penulis menyadari bahwa penyusunan proposal ini masih sangat jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan-kekurangan karena keterbatasan kemampuan serta pengetahuan penulis. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran serta tanggapan dari berbagai pihak yang bersifat membangun demi kesempurnaan proposal ini dikemudian hari.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan semoga proposal ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua sebagai acuan dan pedoman dalam proses pembelajaran serta pendidikan di dunia usaha.

 

                                                Denpasar, ..., ..., ...

                                                                   Penulis


 Daftar Isi

 

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI………………………………………………………..

BAB.I : PENDAHULUAN………………………………………….

1.1 Latar Belakang………………………………………………

1.2 Visi……………………………………………………….

1.3 Misi…………………………………………………………

1.4 Tujuan Kegiatan Usaha……………………………………………………….

1.5 Maksud Kegiatan Usaha………………………………………………….........

 

Bab.II  :  PEMBAHASAN

2.1. Profil…………………………..

2.2. Strategi Pasar…………………………

2.3. Analisis SWOT…………………………

 

BAB.III.  MANAGEMEN PRODUKSI

3.1. Proses Produksi …………………………..

3.2. Bahan Baku…………………………

3.3. Peralatan Dan Perlengkapan......................

3.4. Cara Pembuatan …………………………

BAB.IV.  Rencana Anggaran

3.1. Proses Produksi …………………………..

3.2. Bahan Baku…………………………

3.3. Peralatan Dan Perlengkapan......................

BAB. V. PENUTUP……………………………………………

Kesimpulan

Saran.

Lampiran-Lampiran

1. Foto desai kemasan

2. Foto hasil makanan yang dibuat

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Fungsi pakai adalah kerajinan yang hanya mengutamakan kegunaan dari benda kerajinan tersebut dan memiliki keindahan agar menjadi menarik

 

1.2  Visi

Menjadikan makanan tradisional menjadi yang utama

1.3  Misi

1.      Selalu berinovasi dengan produk tradisonal

2.      Meningkatkan kualitas makanan tradisional

3.      Mengutamakan kualitas dalam pelayanan sehingga konsumen puas

1.4  Tujuan kegiatan usaha

Tujuan penulis memilih jenis usaha ini yaitu :

1.      Mendapatkan keuntungan.

2.      Menarik minat konsumen untuk merasakan produk yang penulis buat, agar mencapai target penjualan.

3.      Dapat membuka lapangan pekerjaan baru.

4.      Membantu mempertahankan makanan tradisional agar tida hilang.

1.5  Maksud kegiatan usaha

            Dari hal membuka usaha ini penulis bermaksud ingin menyalurkan ilmu yang penulis miliki yaitu Kemampuan di bidang kuliner,  di dunia usaha bentuk dari pengalaman dan menambah wawasan atas ilmu yang telah penulis ketahuai dan ingin berinovasi dengan makanan tradisional sehingga makanan tradisional tida akan kalah dalam kualitas dengan makanan makanan di jaman yang moden ini, penulis akan berenovasi dengan mengembangkan kembali kue tradisional yaitu obi menjadi lebih menarik dan lebih berkualitas. Penulis akan membuat “BOBICO” yaitu bola bola obi coklat yang hasil dari pengembangan dari kue obi.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Profil

Bobico adalah brand dari kegiatan usaha penulis, karena bahan bakunya adalah ubi, ubi biasanya di kenal dengan makanan pedesaan, namun kini penulis ingin mengebangkan kembali dengan cara mengolah ubi ini menjadi makanan yang menarik, sehingga ubi dapat di kenal luas oleh masyarakat, cara penulis memperkenalkan ubi ini secara luas yaitu dengan cara membuat hasil olahan dari ubi yang semenarik mungkin tanpa mengurangi isi nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Ubi banyak sekali mengandung nutrisi penting bagi kesehatan, kandungan yang termasuk dalam ubi yaitu : vitamin A, C, E, betakeroten, magnesium, kalium dan kaya oksige, sehingga makanan ini dapat di konsumsi oleh semua kalangan, mulai dari anak anak hingga orang lanjut usia.

2.2 Strategi pasar

Agar rencana mendirikan usaha ini berjalan dengan lancar, upaya yang dilakukan dalam melakukan strategi pasar antara lain :

2.2.1 Segmenting

        Segmenting pasar adalah dengan menjadikan pembeli sebagai target yang akan di capai, produk yang harus penulis buat adalah produk yang dapat di nikmati oleh berbagai kalangan dari masyarakat dengan tingkatan berbeda, produk ini juga bisa di nikmatin dari anak anak hingga orang dewasa.

 

2.2.2 Targeting

        Target pasar yang penulis bidik adalah pada kalangan masyarakat setempat, sekolah penulis sendiri, serta warung warung kecil.

 

2.2.3 Positioning

        Agar produk penulis ini mudah dikenali oleh masyarakat, penulis berinovasi dengan cara menambahkan bahan baru yang membedakan makanan ini dengan yang ada, bahan yang penulis tambahkan yaiu seperti kacang, coklat dan seres mix, sehingga tampilan lebih menarik rasa lebih unggul dan kulitas sangat baik, sehingga konsumen dapat mengenali dengan mudah produk ini.

 

2.3 Analisis SWOT Sebagai kelayakan Usaha

Yaitu sebagai acuan untuk menghadapi persaingan dalam bidang usaha

Setiap kegiatan untuk memulai usaha penulis harus mengukur kemampuan

penulis terhadap lingkungan atau pesaing melalui SWOT.

2.3.1 Kekuatan ( Strength )

Rasa percaya bahwa produk ini akan diterima dengan baik oleh masyarakat luas, karena produk yang penulis buat ini mempunyai kualitas yang cukup tinggi karena bahan dasarnyaa menggunakan ubi yang banyak mengandung nutrisi juga pembuatan yang higienis.

2.3.2 Kelemahan ( Weakness )

1.    Produk tidak tahan lama.

2.    Produk mudah di tiru.

3.    Harga bahan baku tidak stabil.

2.3.3 Peluang ( Oportunity )

Produk ini memang sudah ada di kalangan masyarakat akan tetapi usaha bobico ini berbeda dengan obi yang biasa, bobico ini produk hasil modivikasi yang sedemikian sehingga menjadi produk baaru serta menarik yang dapat bersaing dengan makanan-makanan modern,

obi di jaman sekarang sudah  jarang sekali yang memproduksi, sehingga penulis mempunyai peluang yang cukup baik, dalam pemasaran, apalagi obi ini merupakan varian baru yang dapat menarik minat konsumen unuk merasakan sensasi baru dari obi ini.

2.3.4 Ancaman ( Treath )

Ancaman yang dapat timbul dari usaha BOBICO ini antara lain :

1.      Pesaing tidak sehat.

2.      Bahan baku yang tida stabil.

3.      Adanya produk serupa dengan kualitas baik dan harga murah sehingga menjatuhkan produk penulis.

 

BAB III

MANAGEMEN PRODUKSI

 

3.1 Proses Produksi

Kegiatan yang penulis lakukan dalam kegiatan produksi yaitu :

1.      Mengembangkan ide pembuatan produk dengan membaca kebutuhan konsumen terhadap sebuah produk yang sedang populer yaitu kuliner.

2.      Melalui bagian produksi, penulis mulai mentukan bahan baku penunjang selain bahan baku utama dalam hal ini, penulis melakukan survei ke pasar guna mendapatkan harga yang lebih kompetitif dasar pasar.

3.      Proses produksi, proses produksi dilakukan dengan rangkaian kegiatan yang mengedepankan kan azas higenis guna terciptanya kepercayaan terhapat konsumen akan produk yang penulis pasarkan.

4.      Menyusun laporan keuangan, tahapan ini di lakukan untuk membuat sistem managemen yang baik dalam kegiatan usaha. Penulis percaya, jika penangana keungan tersusun dengan baik maka semua kegiatan produksi akan berjalan lancar dan maksimal.

            

3.2 Bahan Baku

     Biaya Variabel/biaya tidak tetap dan biaya tetap yang sudah dibuat


3.3 Peralatan Dan Perlengkapan

       Biaya investasi alat yang sudah dibuat

3.4 Cara Pembuatan

1.      Siapkan bahan-bahan dan peralatan yang di butuhkan

2.      Kupas ubi kemudian cuci lalu kukus hingga matang atau melunak.

3.      Halus kan ubi dengan cara di tumbuk dengan menggunakan dulang sampai halus.

4.      Setelah ubi halus hingga berbentuk adonan masukan garam, tepung tapioka,  kemudian tumbuk kembali hingga tercampur rata.

5.      Setelah selesay ambil adonan sesendok dan masukan gula merah sedikit atau coklat sesuai slera, sebagai isiannya, lalu bulatkan sehingga menjadi bola bola kecil.

6.      Panaskan minya dengan api sedang, jika minyak sudah siap baru goreng adonan yang telah di benuk hingga berwarna coklat keemasan, setelah matang angkat lalu tiriskan.

7.      Setelah dingin bobico bisa di toping sesuai selera.

 

BAB IV

RENCANA ANGGARAN

 

4.1  Modal / Pemasukkan

     Aspek perhitungan keuangan yang pernah dibuat                       

4.3 Perhitungan Laba

Aspek Laba keuangan yang pernah dibuat

 

I V

PENUTUP

 

5.1 Kesimpulan

“BOBICO” merupakan brand produk yang di ciptakan oleh penulis dalam bidang ini, penulis menciptakan produk ini atas survey yang penulis lakukan unuk mencari peluang bisni yang baik dan bermanfaat (yang di butuh kan) oleh masyarakat, penulis sangat mengharapkan produk yang penulis buat dapat diterima dan dapat disenangi olehpara konsumen dantertanam dibenak masyarakat luas dengancara konsinyasinya ditoko cemilan.

5.2 Saran

Penulis menyadari bahwa proposal ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi penyempurnaan prososal ini.

Demikian proposal ini, semoga kegiatan usaha penulis ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan penulis berharap dalam mengembangkan kreatifitas dapat bermanfaat bagi penulis dan masyarakat.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu dalam penyusunan proposal ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik dantepat pada waktunya, sekian terimakasih. 

                                                                       

SOROH NYURAT LONTAR

 Rikala nyurat lontar, sasuratan aksara sané katuekang mangda pada miwah pateh utawi rata, inggih punika ukiran saking soang-soang aksara madrué jarak sané rata, sané kawastanin natar. Yéning sampun sida ngwangun aksara antuk : tetuek, ukiran, miwah natar, sané pinih utama ngwangun aksara wantah ukiran aksara. Indik rupan ukiran aksara punika, kaepah dados kalih soroh tatuekan, inggih punika :
a. Tebek Wayah
b. Tebek Nguda Ukiran aksara sané kasorohang tebek wayah, pacang ngamedalang wangun ukiran aksara sané becik tur nglangenin, sané madrué cihna sakadi :

• Tetuekan aksara sané becik, tur nglangenin inggih punika kawastanin makarat.
• Wangun aksarannyané galih, tur karupayang antuk wangun aksara sané pinih alit tur bunder-bunder inggih punika kawastanin ngatumbah.
• Wangun, tetuek lan ukiran aksarannyané rata tur élah kauningin inggih punika kawastanin galih.
• Wangun aksarannya ninutin rupan jit tuma, nganuwuan aksarannyané nyimbarang, ngamenékan nyupekang inggih punika kawastanin majit tuma.
• Kapangawit wangun aksarannyané tipis lan éndép, nglantur nyimbarang inggih punika kawastanin macai.

Saking lelima punika, wénten taler cihna wangun ukiran aksarannyané sané kawastanin bandung, inggih punika pikolih sasuratannyané kirang becik. Lontar Imitasi Asapunika yéning pacang mapikayunan malajah nyurat aksara ring ental, yéning déréng wikan utawi purun nyurat ring ental,dados kaanggén kertas HVS sané karupayang manut sakadi rupan entalé, taler ukurannyané, sané kawastanin imitasi lontar. Yéning nganggé imitasi lontar punika, sané prasida kapaplajahin wantah tatiga, inggih punika ukiran, natar lan tatuek. Nanging tatuek iriki nénten nganggén pangrupak, sakéwanten dados nganggén pénsil, drawing pén, boxi, miwah sané tiosan, tatujonnyané wantah malajahang ngwangun aksara tebek wayah, mangda aksarannyané madruwé cihna makarat, natar, ngatumbah, macai, miwah majit tuma.

 Sasuratan Aksara Tebek Wayah Macai


SUMBER BUKU PAKET BAHASA BALI KLS X



TATA CARA NYURAT RING LONTAR

 Lontar wantah silih tunggil tetamian panglingsir Bali sané kantun akeh ring soang-soang puri, griya, jero, utawi pondok krama Baliné. Lontar puniki pinaka serana nyurat sahananing sané patut kasurat utawi kacatet duké riin, santukan sané dumun durung wénten kertas napi malih komputer. Saking kadiatmikan ngantos ipil-ipil dué utawi utang-piutang taler kasurat ring lontar, yéning sekadi mangkiné kabaos pinaka media dokumentasi tertulis. Tiosan ring genah masesuratan, taler wénten lontar sané dados serana ngambar, lontar sané madaging gambar puniki kawastanin prasi.

A.PIRANTI NYURAT LONTAR

Wénten makudang-kudang serana sané kaanggén ri kala nyurat lontar. Seranané punika patut kategepin sadurung ngawitiin nyurat lontar. Serana rikala nyurat lontar inggih punika: 
a. Lontar kosong utawi don ental sané kantun matah (durung maolah) 
b. Pangrupak 
c. Lungka-lungka (kasur alit) pinaka aled tangan rikala nyurat 
d. Pelik penyepit lontar 
e. Tingkih utawi buah naga sari sané matunu 
f. Dulang 
g. Pénsil miwah penggaris 
h. Benang kemong.jinah bolong, miwah takepan pinaka piranti ngiket lontar sané sampun puput kasurat

B. TATA CARA NYURAT RING DAUN LONTAR


Rikala jagi nyurat lontar wénten tata cara sané patut kamargiang. Sané kapertama patut sayagayang lontar sané sampun sayaga kaanggén nyurat utawi lontar matah sané durung maolah. Ukurannyané manut ring kayun soang-soang utawi akéhnyané sasuratan sané pacang kasalin. Pangrupak inggih punika lémat sané madué rai kakalih nénten sakadi rain lémat sané ketah kaanggén majajaitan. Pangrupak kawigunannyané pateh sakadi pulpén utawi pénsil. Pénsil miwah garisan sané kaanggén ngarya garis pinggir ring sisi tengen utawi kiwa tigang bolong sané wénten ring lontar, kirang langkung 0,5 cm. Rikalaning ngarya garis pinggir, sané patut kauratiang inggih punika bolong lontar sané magenah ring kebot (A) nuju bolong tengah (B) tur jarak bolong (B) ka bolong (C). Jarak bolong A ka B punika bawakan yéning bandingang ring bolong B ka C, nika mawinan nyurat lontar kakawitin saking bolong kiwa (A). Yéning sampun, wawu kalaksanayang nyurat antuk pamahbah sasuratan sané kakawitin antuk panti utawi pamada  sané kalanturang nganggé pangastawa inggih punika “Om Awignamastu” salanturnya kapuputang malih nganggé pamada, conto ring sor puniki:

 


Rikalaning nyurat, lontar kagambel antuk tangan sané kiwa. Lontar sané kagambel punika akéhnyané lebih saking asiki, raris lontar punika jepit antuk pelik.
Nyurat lontar nénten pisan dados sakadi nyurat ring buku tulis (neplék ring méja), nanging tangan sané ngambel lontar punika kaaledin antuk lungka-lungka (kasur alit). Lontar sané puput kasurat sangkaning nyurat neplek ring meja punika kawastanin lontar tulah sané nénten dados kawacén napi malih kaentungang. Lontar sané sasuratan nyané kakawitin saking bolong C (dawanan) taler kawastanin lontar tulah. Dulang utawi méja sané kaanggén aled ri kalanyurat. Ri kala nyurat, tata cara sasuratannyané nganggé pasang jajar sambung nénten jajar palas. Jajar sambung inggih punika kruna sané kasurat dados lengkara kasurat saling kasambungin nénten wénten spasinnyané. Nyurat lontar punika kakawitin saking baris kaping kalih sané kakawitin saking bolong A ngantos bolong C, kénten malih baris kaping 2, 3, miwah 4. Baris kapertama utawi baris pinih luur punika kaanggén genah panganggé suara utawi tengenan. Yéning lembaran kapertama sampun telas kasurat, lontar kabadingang saking sor kaluur nénten dados saking tengen ka kiwa. Ageng aksarané taler spasinyané mangda pateh. Yéning iwang rikala nyurat, sampunang aksara punika kaurek utawi kacorét. Aksara sané iwang punika kapademang antuk nagingin suku ( u ) miwah ulu ( .....i..). Yéning sampun puput nyurat wawu kaselemang nganggén tingkih, buah nagasari nasak sané matunu. Ri kala nyelemang puniki kawastanin nyipat sastra. Siagayang benang kemong kirang langkung 40-50 cm sané kaanggén ngiket lontar sané sampun puput kasurat taler takepan lontar sané kaanggén ngapit lontaré mangda nénten malepit. Ring muncuk benang kadagingin jinah bolong pada asiki anggén ngancing takepan lontaré wus punika simpen ring keropak lontar mangda awét. Patut taler kaélingang inggih punika indik cacirén sakadi lalintihan lontar sané kasalin, duk napi puput kasurat miwah indik pangawinnyané.






KALIGRAFI AKSARA BALI

 MANUT SANE SAMPUN WRUH/UNING RING DAGING SASTRA LAN AKSARA MAKEH NGUNINGAYANG INDIK KALIGRAFI PUNIKA PINAKA SIMBOL-SIMBOL MAGIS SANE KAANGGE RING SAJERONING KADIATMIKAN SAKADI GAMBAR SANE KASURAT SAKING AKSARA MODRE, KEMAON SANE MANGKIN KATAH NGANGGE AKSARA WREASTRA LAN AKSARA SWALALITA, RING SOR PUNIKI PINAKA IMBA/CONTOH KALIGRAFI AKSARA WREASTRA BALI

























RING SOR PUNIKI CONTOH KALIGRAFI AKSARA MODRE